Informasi Kesehatan

Efek Samping Salep Jerawat Di Apotik

Efek Samping Salep Jerawat Di Apotik,- Punya jerawat itu rasanya menyedihkan. Tampilan jerawat tak cuma bikin kita malu tapi dapat menghilangkan rasa percaya diri juga. Saya termasuk pemilik kulit sensitif, berminyak dan mudah berjerawat. Kalau jerawat lagi muncul rasanya ini tangan gatal banget pengen mencet biar cepet kering gitu maksudnya. Tapi sayang, itu bukan cara terbaik untuk menghilangkan jerawat.

Ada beberapa cara lain yang jauh lebih efektif untuk menghilangkan jerawat dan memudarkan bekasnya. Mulai dari cara yang alami sampai paling lumrah digunakan adalah salep. Yaps benar sekali! Salep jerawat selalu menjadi serbuan banyak orang tak terkecuali yang nulis 😀

Alasannya cukup masuk akal, biar si jerawat cepat kering dan tidak menyakiti kulit wajah. Tapi, bagaimana ya kalau salep jerawat ini dijadikan sebagai andalan? Digunakan dalam jangka waktu panjang tanpa ada resep atau petunjuk khusus dari dokter spesialis kulit? Apakah akan baik-baik saja? Tidak kah menimbulkan reaksi iritasi dan kemerahan?

Daripada kamu bertanya-tanya sendiri dan tidak kunjung menemukan jawaban, lebih baik simak artikel ini dengan seksama. Team statistimt akan mengupas semua informasi mengenai jerawat beserta salep jerawat yang banyak digunakan masyarakat luas. Mau tau bagaimana reaksi kulit terhadap salep jerawat yang sebenarnya? Yuk baca efek samping salep jerawat di apotik berikut.


Efek Samping Salep Jerawat Di Apotik


Efek Samping Salep Jerawat Di Apotik

Pada dasarnya salep jerawat difungsikan untuk mengeringkan jerawat, membersihkan area sekitar jerawat, menghambat produksi minyak berlebih pada wajah, menjaga pori-pori, mengangkat sel kulit mati, mencegah peradangan, merangsang pertumbuhan kulit baru, dan membatasi pertumbuhan bakteri. Jadi tidak heran kalau banyak orang yang tertarik mencoba salep jerawat, sebab kemampuannya cukup memuaskan.

Memakai obat pembasmi jerawat boleh-boleh saja. Tapi jangan pernah kamu berfikir menjadikan salep jerawat sebagai obat jangka panjang. Mengapa? Karena kandungan pada salep jerawat yang digunakan secara terus menerus bisa menimbulkan iritasi hingga pada akhirnya menyebabkan kerusakan cukup parah pada kulit. 

Sesekali, biarkanlah jerawat itu tumbuh sebagai mana mestinya. Nanti kalau nanahnya sudah keluar pun akan mengering dengan sendirinya. Perlu diingat, tidak semua jerawat disebabkan oleh polusi dan debu yang menempel, bisa jadi itu merupakan faktor hormonal. Maka dari itu, pemakaian salep jerawat pada waktu yang lama sangat tidak disarankan.

Kendati demikian, jika kamu punya keluhan jerawat silakan konsultasi dengan dokter spesialis kulit. Tentu ini lebih disarankan, karena dokter akan memeriksa dan mengevaluasi seberapa parah jerawat yang kamu derita. Sudah masuk tahap yang serius kah, atau masih tergolong ringan.

Intinya, pengobatan jerawat tidak bisa disamakan antara satu orang dengan lainnya sebab setiap orang mempunyai tipe kulit yang cenderung jauh berbeda. Bahkan pada tipe kulit yang sama pun, pengobatan jerawat bisa berbeda. Nah, sekarang sudah taukan kalau salep jerawat itu tidak bisa dipakai secara terus menerus? Jadi berhentilah menggunakan salep jerawat tanpa resep yang jelas.

Perlu diketahui, inilah yang terjadi jika kamu memaksakan diri memakai salep jerawat sebagai solusi jangka panjang ;
.
  • Merusak keseimbangan hormon

Hormon merupakan faktor penting penunjang kesehatan. Fungsi hormon tentu sangat banyak, salah satunya untuk mengelola stres. Jika seseorang memiliki beban pikiran cukup banyak, biasanya akan muncul jerawat sebagai tanda bahwa tubuh sedang stres.

Ini merupakan hal yang alami dan dalam beberapa hari jerawat biasanya akan kempes dengan sendirinya. Anda tidak perlu mengoleskan salep jerawat supaya cepat kering, karena hal tersebut dapat merusak keseimbangan hormon, hingga tak jarang kalau jerawat bukan kempes tapi malah muncul di area kulit lainnya.

  • Menyumbat pori-pori

Pemakaian salep jerawat dalam waktu yang lama bisa menyebabkan penyumbatan pada pori-pori. Kondisi ini cukup membahayakan karena dapat menimbulkan tertutupnya lapisan pori. Perlu diketahui, pori-pori yang terlalu kecil juga tidak bagus untuk kulit karena cenderung lebih sulit mengeluarkan sel kulit mati dari tubuh.

Jika hal ini sampai terjadi, akibatnya sel kulit mati akan mengendap pada tubuh dalam kurun waktu cukup lama. Bisa-bisa malah timbul lebih banyak jerawat. Gak mau kan kalau sampai kejadian seperti ini? Jadi, silakan pikir-pikir lagi untuk memakai salep jerawat tanpa resep medis.

  • Menyebabkan peradangan

Peradangan kulit merupakan hal yang seringkali dialami banyak orang, salah satu faktor penyebabnya adalah pemakaian salep jerawat yang terlalu lama. Kulit akan meradang dan mengelupas, biasanya disertai dengan sensasi perih seperti terbakar. 

Berikut merupakan efek samping salep jerawat di apotik apabila dipakai dalam dosis yang banyak dan tidak sesuai petunjuk. Memilih obat atau salep jerawat sebagai antisipasi jangka panjang bukan solusi yang tepat untuk dilakukan.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, akan jauh lebih baik apabila anda konsultasi secara khusus dengan spesialis kulit supaya diberikan penanganan dan obat yang tepat. Lebih dari itu, kurangi makanan berlemak dan perbanyak minum air putih. Hindari pula kacang-kacangan karena bisa memicu pertumbuhan jerawat.

Statistimt.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *